Cara Menghitung Beban Bunga

Cara Menghitung Beban Bunga.

Saat anda meminjam uang kepada Bank atau poin kendaraan bermotor, mungkin anda akan penasaran berapa besaran bunga nan harus anda bayarkan kepada pihak Bank atau pihak Dealer.

Begitupun sebaliknya jika anda menabung ke sebuah Bank, mungkin beliau ingin tahu berapa pendapatan bunga yang akan anda dapatkan saat anda menabung di Bank tersebut.

Cara yang paling sederhana yang dapat anda gunakan cak bagi menghitung kaki rente tersebut ialah dengan menggunakan metode
simple interest rate.  Sebagaimana namanya,
simple interest rate
aadalah metode pembilangan jumlah suku rente yang paling mudah dan tertinggal.

Oleh karena itu pencacahan suku anak uang ini belum mencakup keadaan hal lain sama dengan kaki bunga berganda (compound interest[i]), [ii]biaya pajak pendapatan kaki bunga maupun biaya administrasi Bank. Akan tetapi sebagai awalan tidak penyakit jikalau anda belajar
simple interest rate
lebih lagi dahulu.

Kaidah menghitung suku bunga menggunakan
simple interest rate

Beliau dapat menemukan jumlah suku anakan yang harus anda bayarkan/ anda dapatkan dengan mengalikan persentase suku anakan dengan durasi hutang beliau dan jumlah trik pinjaman anda. Secara matematis deskripsi tersebut ditulis dengan:

P x I x Horizon[iii]

Di mana :

P = Besaran pokok pinjaman;

I= Interest rate alias persentase kaki bunga

Kaki langit= Time aka waktu

Periode (T) disini mana tahu tahunan, bulanan ataupun malar-malar harian tergantung dengan kontrak pinjaman yang anda buat.

Contoh :

Pak X meminjam uang berpokok Bank sebesar Rp. 20.000.000 (dua desimal juta rial) dengan bunga perbulan sebesar 5%.

Jika paket X melunaskan hutang tersebut dalam jangka hari satu wulan, maka jumlah bunga yang harus dibayarkan sampul X ke pihak Bank anadalah sebesar 5% x 20.000.000 x 1= Rp. 1.000.000. Ini berarti besaran uang jasa yang harus disetorkan buntelan X ke Bank aadalah sebesar Rp. 21.000.000.,00.

Baca :   Cara Menanam Semangka Di Polybag

Apabila pak X bau kencur bisa menggaji hutangnya dengan lunas di bulan kedua, maka jumlah anakan yang harus pak X bayarkan aadalah sebesar 5% x 20.000.000 x 2 = Rp. 2.000.000. Artinya buntelan X harus membayar total Rp. 22.000.000 kepada pihak Bank.

Tak ceritanya kalau pak X menggaji hutangnya dengan cara mencicil. Seandainya demikian, maka bunga yang harus cangkang X bayarkan kepada Bank aadalah sebesar:

Bulan pertama:

Total bunga nan harus dibayarkan= 5% x 20.000.000 x 1= Rp. 1.000.000

Total yang harus dibayarkan = 20.000.000+ 1.000.000= 21.000.000

Total uang yang dibayarkan kemasan X pada bulan permulaan= 8.000.000

Kuantitas sisa hutang pak X = 13.000.000

Wulan kedua:

Besaran anak uang yang harus dibayarkan= 5% x (21.000.000- 8.000.000) x 2=1.300.000

Total yang harus dibayarkan = 13.000.000 + 1.300.000= 14.300.000

Total uang yang dibayarkan pak X pada bulan kedua = 7.000.000

Total sisa hutang pak X = 7.300.000

Bulan ketiga:

Total rente yang harus dibayarkan= 5% x 7.300.000 x 3=1.095.000

Total yang harus dibayarkan= 7.300.000 + 1.095.000= 8.395.000

Kuantitas uang yang dibayarkan pak X pada bulan ketiga = 8.000.000

Kuantitas pungkur hutang sampul X = 395.000

Karena masih ada tahi hutang, maka pak X  harus menggaji hutang ke Bank lagi di bulan keempat.

Wulan keempat:

Besaran bunga yang harus dibayarkan= 5% x 395.000 x 4=79000

Kuantitas nan harus dibayarkan= 395.000 +79000=474.000

Total uang yang dibayarkan kemasan X pada bulan keempat = 474.000

Besaran hajat hutang pak X =0.

Pihak yang diuntungkan dengan penggunaan metode penghitungan simple interest

Berusul contoh diatas, takdirnya ditotal jumlah uang yang harus dibayarkan oleh Pak X ketika beliau membayar hutang dengan mandu berayun-ayun yakni sebesar:

8.000.000 +  7.000.000 + 8.000.000 + 474.000= 23.474.000

Sedangkan pokok hutang beliau aadalah sebesar 20.000.000. Pecah situ dapat terlihat bahwasannya Pak X harus membayar anak uang sebesar 3.474.000 karena membayar hutangnya dengan kaidah mencicil selama 4 bulan.

Baca :   Ciri Ciri Daun Bunga Mawar

Apabila beliau langsung membayar lunas momen terlepas jatuh tempo hutang berpisah ( 1 bulan), beliau hanya terlazim menggaji bunga sebesar 1.000.000 saja.  Dari kamil diatas dapat disimpulkan bahwasanya baik eksploitasi metode
simple interest rate
atau
compound rate
(ketika berayun-ayun), pihak yang diuntungkan aadalah pihak yang mampu dengan cepat melunasi hutangnya.

Siapa yang menggunakan
simple interest rate
umpama kaidah pembilangan anakan?

Menurut laman investopedia.com[iv] umumnya metode enumerasi ini digunakan kerumahtanggaan transaksi angka kendaraan bermotor. Maka dari itu karena itu ketika kamu mendapatkan tebaran iklan kendaraan bermotor, pastikan berapakah total jumlah rente yang harus anda bayarkan ketika kredit inisiator dia dinyatakan lunas dan bandingkan dengan apabila engkau membayarnya secara tunai.

Selain kredit tersebut, umumnya pembilangan bunga yang digunakan adalah
compound interest rate
terutama bagi angka perumahan. Untuk kredit jenis bontot betapa lebih baiknya kalau anda menggunakan kredit simulator yang kini tersedia di bervariasi website penjualan rumah. Karena kebanyakan kredit KPR tak hanya berlangsung satu hari atau dua tahun melainkan sebatas belasan tahun.

Membandingkan kredit antar dua Bank maupun makin dengan menggunakan enumerasi
simple interest
boleh bintang sartan
distorsi. Karena penghitungan ini belum menjaringkan fleksibel lain seperti biaya admin dan biaya fiskal. Dengan demikian anda teristiadat lebih hati hati privat mengidas Bank atau produk kredit anda.

[i] Compound interest yaitu penambahan tungkai bunga terhadap jumlah pokok pinjaman sehingga momen seorang nasabah lebih lama mengupah hutangnya, kuantitas anakan tersebut juga akan berpunca. Hipotetis seandainya rahasia pinjaman sebesar 10.000 yen dengan bunga bulanan sebesar 5%. Maka saat anda melunasi ketinggalan tersebut tepat waktu (1 bulan), maka kamu harus membayar sebesar 5%*10.000= 500 yen. Takdirnya anda telat membayar satu rembulan juga maka yang harus anda bayarkan adalah 5%* (10.000+500)= 525 rupe begitupun selanjutnya.

Baca :   Cara Menanam Wijaya Kusuma Agar Cepat Berbunga
[ii]https://en.wikipedia.org/wiki/Compound_interest#:~:text=Compound%20interest%20is%20the%20addition,sum%20plus%20previously%20accumulated%20interest. Di akal masuk puas copot 9 November 2020.

[iii] https://www.thebalance.com/simple-interest-overview-and-calculations-315578. Di akses pada tanggal 9 November 2020.

[iv] https://www.investopedia.com/terms/s/simple_interest.asp. Di akses pada tanggal 9 November 2020.

Kata sandang Terkait

  • Segala itu Annual Return?
  • Apa itu Real Interest Rate aka Suku Bunga Riil?
  • Apa Itu Currency Futures?
  • Apa Itu Currency Futures?

Demikianlah artikel tentang menghitung beban atau pendapatan rente memperalat metode
simple interest rate, semoga bermanfaat kerjakan Dia semua.

Cara Menghitung Beban Bunga

Source: https://www.simulasikredit.com/menghitung-beban-atau-pendapatan-bunga-menggunakan-metode-simple-interest-rate/

Check Also

Showcase Buah Dan Sayur

Showcase Buah Dan Sayur. Brilio.jala – Setiap orang tentu kepingin semangat cegak. Menerapkan hipotetis makan …