Cerita Bunga Mawar Yang Sombong

Cerita Bunga Mawar Yang Sombong.

Fauna dan tumbuhan kerap menjadi tokoh utama dalam sebuah dongeng. Apabila ingin mendaras dongeng tumbuhan, narasi Anak uang Mawar Sombong yang ada di artikel ini bisa menjadi salah suatu sortiran.

Takhayul yang mengisahkan adapun bunga memang ada banyak. Riuk satu contohnya ialah cerita Anak uang Ros nan Sombong.

Sesuai judulnya, dongeng ini mengisahkan adapun sekuntum mawar ahmar nan sani menawan, tapi sombong. Ia tinggal di sebuah padang pasir bersama dengan kedua teman kaktus.

Lantas, peristiwa menggandeng apa sajakah yang terjadi di antara mereka? Kalau penasaran, tak perlu berlama-lama kembali, serentak saja simak kisahan Anak uang Mawar nan Rangah di artikel ini. Uraian akan halnya anasir intrinsik, pesan etik, dan fakta menariknya sekali lagi telah kami paparkan. Selamat mendaras!

Cerita Bunga Ros nan Sombong

Perigi: Youtube – Indonesian Fairy Tales

Alkisah, di sebuah gurun pasir yang lain berpenghuni, hiduplah secara ajaib bunga Mawar yang masih belum mekar. Biar masih kuncup, ia teguh tertentang cantik dan memukau.

Rente bernama Rosi ini memiliki dua sahabat yang tumbuh berdempetan dengannya. Mereka ialah kaktus bernama Kaka dan Tutu. Kaka adalah kaktus yang tumbuh lebih tinggi berusul Rosi. Sementara Tutu dan Rosi memiliki tinggi yang sama.

Mereka bertiga sangatlah dekat. Kaka dan Tutu sangat menyayangi Rosi. Tiap mana tahu Rosi haus, secara tembikar Kaka dan Tutu memberinya air. Sebab, para kaktus tersebut memiliki penyimpanan air yang sangat banyak.

Rosi pun sangat sayang kepada dua sahabatnya. Dia demap membuat lelucon untuk menceriakan suasana. Tak sukar, Rosi menggoda Kaka dan Tutu. Berkat Rosi, persahabatan mereka diwarnai dengan suka cita.

Seiring berjalannya waktu, mahkota Rosi start mekar. Ia terpandang semakin elok karena mahkotanya berwarna merah merekah. Kaka dan Tutu pula sangat mengagumi keindahannya.

“Rosi, mahkotamu sudah mekar dengan sempurna. Kini, kamu tampak semakin cakap dan memukau,” ucap Kaka.

“Benarkah? Apakah aku bermartabat-benar sebaik itu? Sedih sekali aku tak bisa memandangi keindahanku sendiri,” jawab Rosi.

“Percayalah, Rosi. Tak ada suatu pun basyar nan boleh mengembalikan keindahanmu. Kau adalah bunga terindah di sini,” tutur Tutu.

“Syukur, tampin-teman,” jawab Rosi trenyuh dengan pujian kebalikan-temannya.

Baca juga: Dongeng Anak-Anak asuh Terbaik, Anjing hutan dan Tujuh Momongan Kambing arab Beserta Ulasan Lengkapnya

Kedatangan Seorang Laki-laki

Pada suatu pagi, datanglah seorang pria nan sedang melewati gurun pasir dengan menunggangi seekor unta. Engkau terkesima dengan keelokan bunga mawar. Kemudian, engkau menuju rente tersebut.

“Bagaimana boleh bunga seelok anda bertaruk di gurun pasir? Lihatlah mahkotamu, warnanya sungguh indah,” sebut pria itu sambil memandangi Rosi pecah dekat.

Tak berselang lama, pria itu mengambil mangkuk digdaya air. Ia lalu menempatkan mangkuk itu di depan bunga mawar. Sebab, dirinya hendak gebyur sedikit demi tekor air ke bunga rupawan itu.

Untuk permulaan kalinya, Rosi memandang dirinya dari pantulan air di mangkok. Ia tak menyangka jikalau dirinya secantik itu.

“Ternyata aku memiliki kelopak berwarna merah merekah. Aku tampak tinggal cantik. Selama ini, kupikir diriku sebabat jeleknya dengan Kaka dan Tutu,” ujar Rosi dalam hati.

Usai menyirami Rosi, pria itu bertutur, “Kamu tak layak hidup di gurun pasir wahai rente mawar abang. Aku akan memetikmu dan kubawa ke kota. Pasti banyak basyar yang menginginkanmu.”

Kaka dan Tutu Melindungi Rosi

Karuan cuma Rosi merasa lampau gembira mendengar bacot pria itu. Tapi tak dengan Kaka dan Tutu. Mereka tahu jika Rosi dipetik, ia tidak akan boleh bersitegang hidup.

Baca :   Nama Ilmiah Mawar Merah

“Kaka, jika adam itu memetiknya, antitesis kita lain akan bisa bertahan spirit. Kita harus menghalanginya menjolok Rosi,” ucap Tutu.

Lampau, mereka mencoba menghadangi pria yang hendak menjolok anakan ros itu. Kaka dan Tutu mengarahkan raga mereka ke tangan pria itu, sehingga engkau kesulitan memetik bunga mawar.

Jari-deriji pria itu terluka oleh duri-duri berpunca kaktus. Pokoknya, segala cara mereka lakukan agar si Rosi tetap bertahan hidup. Hingga kesudahannya, adam itu menyerah dan meninggalkan bunga mawar.

“Kenapa kalian menyergap pria itu? Kalian iri padaku karena ia hanya menginginkanku saja bukan kalian?” tanya Rosi.

“Aku ini cantik. Kelopakku bangkang merekah. Wajar saja bila pria itu inginkan aku. Aku enggak seperti kalian yang buruk rupa. Selama ini, aku sangka aku yang membutuhkan kalian. Ternyata aku salah. Kalian nan membutuhkanku karena aku semacam itu cantik,” imbuh Rosi dengan menggadang.

Tak Mau Air berasal Kaktus

Mendengar tuturan Rosi yang sombong, Kaka lalu bercakap, “Ada ataupun enggak suka-suka dirimu, enggak ada pengaruhnya lakukan hidupku maupun Tutu.”

“Apalagi, kamu yang membutuhkan kami. Tanpa kami, mana bisa beliau bertahan semangat di gurun pasir ini. Selama ini kami yang memberimu air bakal tarik urat hidup. Lupakah kamu akan hal itu?” ucap Tutu.

“Maka dari itu! Seharusnya kamu membiarkanku dibawa pria itu. Sehingga, aku enggak pun hidup di gurun ramal ini!” teriak Rosi murka.

“Jika beliau memetikmu, kamu tidak akan bisa spirit dengan lama. Anda mau mati serupa itu saja? Kau patuh burung air Ros!” sebut Kaka kesal.

“Terserah kalian! Mulai dari sekarang, aku tak akan aliansi meminang air dari kalian. Akan kubuktikan bahwa aku bisa bertahan hidup tanpa kalian,” ucap Rosi.

“Baiklah kalau itu maumu. Kami bisa segala jika kau sudah memutuskan demikian,” ucap Kaka.

Satu hari tanpa air, Rosi masih terlihat segak. Sira bahkan masih bisa merinai-nyanyi. “Lihat, aku baik-baik saja, kan, tanpa air dari kalian?” tutur Rosi.

“Kau baru sehari minus menenggak air, Ros, wajar sekadar masih cegak,” jawab Kaka.

“Kalau suatu waktu saja bisa, hari-hari berikutnya pasti boleh,” tutur Rosi rangah.

Dua hari tanpa air, Rosi pula masih baik-baik saja. Namun, tidak kerjakan musim ketiga. Cuaca kala itu sangat panas. Matahari bersinar dengan terangnya.

Badan Rosi mulai membungkuk. Itu tandanya sira sudah semakin lemah. Kendati sudah disia-siakan, Kaka dan Tutu merasa kasihan dengan Rosi. Mereka khawatir jika ia layu.

“Mawar, sudahlah, jangan keras kepala. Cepat meneguk air berasal kami. Lihatlah tubuhmu, mutakadim lemas seperti itu. Beliau akan mati bila tak minum air,” ucap Kaka.

“Iya, Ros, benar alas kata Kaka. Tak bisakah kita berseloroh tawa seperti dulu? Kini, minumlah air dariku,” tutur Tutu.

“Siapa bilang aku lain boleh bersikukuh arwah? Ak masih boleh bersitegang, mengapa. Kalian tak usah pedulikan aku. Pikirkan diri kalian masing-masing,” ucap Rosi keras kepala.

Menjelang Layu

Tibalah puas hari keempat Rosi tak meminum air. Tubuhnya hampir layu. Daunnya sudah berwarna hijau kecoklatan.

Sira terban tersungkur. Tangkainya tak kuasa agak gelap dengan tegak. Meski seperti itu, anda masih menolak ajuan air berbunga Kaka dan Tutu.

“Jangan pasrah aku air. Aku berpengharapan dapat bugar kembali,” ucap Rosi.

Mengaram sahabat mereka yang intim layu, Kaka bersama-sama menyirami Rosi dengan air. “Aku tetap akan menerimakan air padamu. Aku tak ingin kau layu! Bagaimana pun juga, kau adalah sahabat kami!” tutur Kakak.

Baca :   Tanaman Yang Mudah Dibudidayakan

Tak berselang lama, Rosi sekali lagi segar. Air yang menyiram tubuhnya membuat Rosi pula sehat. Sesudah itu, Rosi siuman, bahwa ia tidak boleh spirit tanpa Kaka dan Tutu.

“Maafkan aku Kaka dan Tutu. aku sudah sombong dan pangling diri. Kini, aku sadar bahwa aku tak bisa hidup tanpa kalian. Maafkan aku, ya,” ucap Rosi sambil menangis.

“Iya, Ros. Tak mengapa. Ingatlah, kami akan selalu menjadi sahabatmu,” ucap Kaka dan Tutu. Sejak saat itu, Kaka, Rosi, dan Tutu hidup saling tolong menolong dan bahagia.

Baca sekali lagi:

Kisah Debu Nawas tentang Pesan Bagi Para Hakim dan Ulasan Menariknya, Pelajaran untuk Selalu Profesional n domestik Bekerja

Unsur Intrinsik Cerita Rente Mawar nan Sombong

Setelah membaca cerita takhayul Bunga Mawar yang Sok, apakah ia pengin tahu ulasan sekitar anasir intrinsiknya? Sekiranya iya, ayo, simak serentak ulasan singkatnya berikut;

1. Tema

Tema atau inti kisah Bunga Mawar yang Sombong yakni tentang kecongkakan seseorang yang merasa dirinya paling sempurna. Padahal, puas hakikatnya, tak ada satu pun mahluk spirit yang lengkap.

2. Tokoh dan Perwatakan

Bunga

Ada tiga tokoh utama privat kisah Bunga Mawar nan Sombong. Mereka adalah Rosi, Kaka, dan Tutu. Rosi yakni bunga mawar sirah yang awalnya digambarkan sebagai makhluk yang asli dan ramah.

Namun, sifatnya berubah menjadi sombong dan tak tahu diri. Sementara Kaka dan Tutu adalah dua kaktus yang baik hati. Supaya tahu dihina dan dikhianati makanya Rosi, mereka tetap bersikap baik padanya.

Selain aditokoh, cerita ini juga memiliki motor pendukung. Beliau merupakan sendiri pria yang hendak memetik anakan mawar dan menjualnya.

3. Parasan

Khayalan ini tak banyak menggunakan rataan panggung. Cerita Bunga Mawar nan Bermegah hanya menunggangi satu latar tempat, yaitu di sebuah gurun kersik halus.

4. Silsilah

Silsilah cerita bunga Mawar yang Sombong adalah berbudaya. Kisahnya berawal berasal pertemanan kaktus bernama Kaka dan Tutu dengan mawar merah berwarna Rosi.

Untuk berkeras hati hidup, Rosi mengandalkan air dari Kaka dan Tutu. Awalnya, kawin mereka melanglang baik-baik sahaja dan penuh keceriaan.

Setelah ada sendiri pria yang menjalari Rosi dan hendak membawanya pergi, bunga mawar ini menjadi berpose sombong. Ia apalagi merasa dirinya bisa hidup sonder Kaka dan Tutu.

Akhirnya, Rosi berat pinggul mereguk air dari kedua sahabatnya untuk membuktikan bahwa ia boleh atma tanpa mereka. Satu sebatas dua hari, ia masih bisa mengotot minus air.

Namun, di hari ketiga, ia start lesu dan lemah. Justru, tubuhnya tak sanggup juga menopang bunganya. Biar begitu, ia masih kelesa menenggak air. Padahal Kaka dan Tutu sudah memintanya kerjakan meminum air.

Tepat di hari keempat, Rosi tiba tersungkur dan karib layu. Tak kepingin kekeringan sahabatnya, Kaka menyemburkan air lega sahabat kecilnya itu. Kemudian, Rosi juga segar dan sadar bahwa ia tak bisa hidup tanpa Kaka dan Tutu.

5. Pesan Adab

Kira-sangkil, pesan tata krama apa sajakah yang dapat kamu petik bermula khayalan ini? Pasti tak hanya ada satu saja. Salah satu maklumat yang bisa kamu petik adalah jangan berpose snobis dan merasa diri paling sempurna. Setiap basyar karuan punya kekurangan dan kelebihannya per.

Selain itu, pesan moral nan boleh kamu petik adalah sesama makhluk hidup harus saling membantu satu separas lain. Seperti halnya Kaka dan Tutu yang selalu memberi Rosi air.

Baca :   Bahasa Inggris Bunga Bunga

Enggak cuma molekul intrinsik, dongeng ini pun mempunyai unsur ekstrinsik. Sebut saja sama dengan pendamping mahajana setempat dan budaya yang berkembang di tengah-tengahnya.

Baca juga:

Dongeng Ikan Mas Ajaib dan Pohon Kencana Beserta Ulasannya, Pengingat Agar Cerbak Tulus Melakukan Segala Hal

Fakta Menarik

Cerita takhayul tentang anakan ros yang sombong ini n kepunyaan dua fakta menyedot. Segala sajakah itu? Berikut ulasan singkatnya;

1. Diadaptasi Menjadi Tayangan Kartun

Cerita Bunga Mawar yang Sombong - Mawar

Karena mempunyai kisah yang seru dan sarat akan pesan kesopansantunan, takhayul Bunga Mawar yang sombong diadaptasi menjadi banyak tayangan animasi. Dia bisa menontonnya di Youtube. Tak hanya intern bahasa Indonesia, dongeng ini lagi tersuguh kerumahtanggaan bahasa Inggris.

2. N kepunyaan Beraneka ragam Versi Kisahan

Khayalan memang galibnya n kepunyaan beragam varian cerita. Seperti itu pula dengan dongeng bunga mawar ini. Umumnya cerita mempunyai latar arena yang sama, yaitu di sahara batu halus.

Saja, ada satu yang kisahnya layak berlainan. Menggunakan parasan kancah di sebuah rimba, versi tersebut mengisahkan tentang mawar yang memanggakan keindahannya di hadapan tumbuhan-tanaman enggak.

Ia bahkan merasa enggak ada suatu lagi tumbuhan nan sanggup mengalahkan keindahannya. Tak sulit kamu menghina tumbuhan-tumbuhan lainnya.

Kaktus ialah pokok kayu nan minimal gelojoh ia hina. “Sudah jelek, berduri pula.” Kalimat tersebutlah nan kerap ia katakan pada kaktus.  Biar begitu, kaktus tak pernah merasa sakit hati.

Tinggal, datanglah musim kemarau. Banyak tanaman nan merasa kehilangan air, lain terkecuali bunga Ros. Tetapi, tidak dengan kaktus. Sebab, ia memiliki tempat penyimpanan air.

Karena kekuatan hatinya, ia cinta memberi air sreg tumbuhan-tanaman yang dempet mati dehidrasi. Namun, Mawar terlalu sungkan buat meminta air.

Wajar saja, ia buruk perut mengejek Kaktus. Hingga suatu tahun, Ros hampir layu. Tubuhnya tersungkur dan tak sanggup tuk berdiri.

Meluluk kondisi Mawar, Kaktus merasa enggak tega. Ia sangat membagi air kepada Ros. Bukan abnormal air yang ia berikan. Karena itu, rente ros sombong ini bisa hidup lagi.

Karena itu, Ros pun pulang ingatan bahwa tak seharusnya beliau bersikp sombong. Enggak moga juga beliau menghina individu lain. Sebab, di manjapada ini tak ada satu kembali yang sempurna.

Baca juga:

Dongeng Ceceh Tempua dan Ceceh Puyuh Beserta Ulasannya, Pengingat Bahwa Tiap Orang Punya Selera Berbeda

Bacakan Cerita Takhayul Anakan Mawar yang Bermegah Pada Si Kecil

Inilah akhir dari ringkasan cerita dongeng Mawar yang Sombng. Anda suka dengan narasi nan kami paparkan? Kalau iya, sekarang saatnya membagikan kisah ini pada si katai.

Kalau masih butuh dongeng lainnya, kepoin saja Poskata.com saluran Gambar Pen. Suka-suka dongeng tentang Kancil dan Kura-Limpa, Lauk dan Burung, Gagak dan Merak, serta masih banyak juga. Selamat membaca!

Penyalin
Rinta Nariza

Rinta Nariza, lepasan Universitas Kristen Satya Bacaan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, tapi kurang berbakat menjadi seorang guru. Baginya, menggambar bukan sekadar hobi tapi upaya bakal melawan lupa. Penikmat film horor dan sandiwara boneka Asia, serta suka mengaitkan aturan orang dengan zodiaknya.

Penyunting
Khonita Fitri

Seorang penyalin dan editor tamatan Universitas Diponegoro jurusan Bahasa Inggris. Passion terbesarnya adalah mempelajari plural bahasa asing. Selain bahasa, ambivert yang memiliki prinsip umur “When there is a will, there’s a way” buat menikmati “hidangan” yang disuguhkan sukma ini pun mengesir musik instrumental, muslihat, genre thriller, dan misteri.

Cerita Bunga Mawar Yang Sombong

Source: https://www.poskata.com/pena/cerita-bunga-mawar-yang-sombong/

Check Also

Showcase Buah Dan Sayur

Showcase Buah Dan Sayur. Brilio.jala – Setiap orang tentu kepingin semangat cegak. Menerapkan hipotetis makan …