Contoh Buah Sejati Tunggal

Contoh Buah Sejati Tunggal.

Biji kemaluan
yakni hasil reproduksi antara putik dan serbuk sari puas tanaman.[1]
Biji kemaluan termasuk organ plong tumbuhan berbunga yang yaitu kronologi lanjutan dari lakukan biji pelir (indung telur). Biji zakar biasanya membungkus dan melindungi poin. Aneka rupa dan bentuk buah tidak tanggal kaitannya dengan arti utama buah, yakni andai pemencar biji pokok kayu.

Biji pelir dalam cak cakupan pertanian (hortikultura) atau pangan biasanya disebut seumpama buah-buahan. Buah dalam pengertian ini lain tekor nan terbentuk terbit bakal buah, melainkan dapat pun berpangkal dari urut-urutan gawai yang lain. Oleh karena itu, untuk membedakannya, biji zakar menurut pengertian ilmu tumbuh-tumbuhan biasa disebut biji kemaluan sejati..

Biji kemaluan besar perut kali mempunyai angka ekonomi sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri karena di dalamnya disimpan berbagai variasi produk metabolisme tumbuhan, mulai berasal karbohidrat, zat putih telur, lemak, vitamin, mineral, alkaloid, hingga terpena dan terpenoid. Ilmu yang mempelajari segala hal tentang buah dinamakan pomologi.

Denotasi botani dan ilmu jenggala

[sunting
|
sunting sumber]

Ketakseimbangan pengertian “biji pelir” secara botani dan rimba (biji kemaluan-buahan) bisa dilihat dari grafik berikut ini:

Biji kemaluan sejati Bukan biji kemaluan sejati
Buah-buahan Perkembangan terbit bakal biji pelir dan dikonsumsi sebagai buah-buahan.
Contoh: kelapa, sitrus, pauh
Tak perkembangan bersumber bakal buah sahaja dikonsumsi laksana buah-buahan.
Contoh: memanjatkan perkara,cempedak, tin (ara), jambu monyet
Bukan biji zakar-buahan

(sayuran atau bumbu)
Perkembangan dari buat buah semata-mata dianggap bukan buah-buahan.
Konseptual: tomat, gabah, kacang mede
Bukan perkembangan dari untuk biji zakar dan dianggap bukan buah-buahan.
Contoh: buah nangka muda, bongkol rente matahari

Kelebihan dalam botani

[sunting
|
sunting sumur]

Biji zakar semu
berbunga kuningan,
Ficus carica. Dinding luar buah semu ialah sumber akar bunga majemuk yang menangkup, meliputi ‘biji-biji’ yang sebetulnya masing-masing ialah seuntil buah.

Dalam pandangan ilmu tumbuh-tumbuhan, buah adalah sebagaimana termuat pada paragraf pertama di atas. Pada banyak spesies tumbuhan, yang disebut buah mencaplok pentil nan mutakadim berkembang lanjut beserta dengan jaringan nan mengelilinginya. Bikin tanaman berbunga, biji zakar adalah alat untuk menyebarluaskan biji-bijinya; adanya poin di dalam bisa mengindikasikan bahwa organ tersebut adalah biji pelir, kendati ada pula biji yang tidak berasal berpunca buah.[2]

Dalam batasan tersebut, variasi biji zakar bisa silam besar, mencakup buah mangga, buah apel, biji zakar tomat, cabai, dan lain-lain. Belaka kembali bulir (kariopsis) padi, angka (bulir) milu, maupun polong kedelai tanah. Sementara, dengan batasan ini, biji pelir jambu kunyuk alias buah nangka tidak termasuk bak buah sejati.

Arti dalam hortikultura atau pangan

[sunting
|
sunting sumber]

Buah kerumahtanggaan pengertian hortikultura atau alas merupakan pengertian yang dipakai oleh awam luas. Dalam pengertian ini, batasan biji pelir menjadi longgar. Istilah “biji zakar-buahan” boleh digunakan kerjakan pengertian demikian. Buah-buahan yakni setiap babak tumbuhan di permukaan kapling yang tumbuh membengkak dan (rata-rata) berdaging atau banyak mengandung air.

Biji kemaluan kudus dalam pengertian botani boleh digolongkan sebagai sayur-sayuran dalam pengertian hortikultura, seperti mana buah tomat, biji pelir lada, kedelai kacang panjang, dan biji zakar ketimun. Sahaja, boleh dijumpai kembali, biji kemaluan tidak sejati (buah semu) yang digolongkan laksana biji pelir-buahan, seperti buah jambu cigak (nan sebetulnya adalah pembengkakan dasar bunga; biji pelir yang salih adalah adegan ujung nan berbentuk sebagaimana cigak rengkeh), buah nangka (adalah basal tongkol bunga; biji zakar yang kudus adalah isi buah nangka yang bercelup suci (Jw.
beton), bergetah, sedangkan penggalan ‘daging buah’ yang dimakan orang yakni kemah anakan), atau biji pelir nanas.

Pembentukan biji zakar

[sunting
|
sunting mata air]

Urutan perkembangan sejenis biji zakar persik,
Prunus persica, berangkat berasal kuncup bunga di awal masa dingin hingga masaknya buah di pertengahan musim panas, lebih dari 7½ wulan kemudian. Buah adalah pertumbuhan sempurna berbunga bakal buah (indung telur). Setiap bakal buah berilmu satu alias kian bakal biji (ovulum), yang masing-masing mengandung sengkeran telur. Bakal biji itu dibuahi melangkaui suatu proses yang diawali oleh keadaan penyerbukan, yakni berpindahnya tepung sari berbunga kepala sari ke stigma. Setelah bubuk sari melekat di kepala putik, serbuk bunga berkecambah dan isinya merecup menjadi awi duli sari yang berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai bakal buah membidik buat biji, di mana terjadi persatuan antara sperma yang berasal berasal serbuk bunga dengan sengkeran telur yang bermukim privat bakal biji, membentuk ovum yang berperangai diploid. Pembuahan pada tumbuhan terbit ini mengikutsertakan baik plasmogami, yakni persatuan bioplasma sel telur dan sperma, dan kariogami, merupakan persatuan inti sel keduanya.[3]

Buah yakni pertumbuhan contoh dari bakal buah (ovarium). Setiap bakal biji pelir sakti satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-masing mengandung pengasingan telur. Cak bagi nilai itu dibuahi melalui satu proses yang diawali oleh peristiwa pembuahan, yakni berpindahnya serbuk sari dari bos sari ke kepala putik. Sesudah serbuk bunga melekat di kepala putik, serbuk bunga berkecambah dan isinya tumbuh menjadi bambu serbuk bunga yang pintar sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai pentil memfokus bagi biji, di mana terjadi persatuan antara semen nan berasal berbunga abuk sari dengan ovum nan berdiam dalam lakukan biji, membentuk zigot yang berkarakter diploid. Pembuahan pada pohon semenjak ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan bioplasma ovum dan sperma, dan kariogami, yakni persatuan inti kamp keduanya.[3]

Pasca- itu, sel telur yang terbentuk mulai bertumbuh menjadi fetus (rancangan), buat biji merecup menjadi biji, dan dinding bikin biji pelir, nan disebut
perikarp, merecup menjadi berdaging (pada buah batu atau
drupa) atau membentuk sepuhan pelindung nan kering dan keras (puas biji zakar sayak atau
nux). Tentatif itu, kelopak bunga (sepal), mahkota (petal), lawai sari (stamen) dan pentil (pistil) akan gugur atau bisa jadi berkeras hati sebagian hingga buah terbentuk. Pembentukan biji kemaluan ini terus berlangsung hingga biji menjadi matang. Puas sebagian biji kemaluan berbiji banyak, pertumbuhan daging buahnya umumnya sebanding dengan jumlah bakal biji nan terbuahi.[4]

Baca :   Asam Lambung Boleh Makan Buah Naga

Dinding biji kemaluan, yang berasal mulai sejak perkembangan dinding putik pada bunga, dikenal laksana perikarp (pericarpium). Perikarp ini gegares berkembang selanjutnya, sehingga dapat dibedakan atas dua lapisan atau makin. Babak luar disebut dinding luar, eksokarp (exocarpium), maupun epikarp (epicarpium); bagian kerumahtanggaan disebut dinding dalam atau endokarp (endocarpium); serta lapisan tengah (bisa beberapa lapis) yang disebut dinding paruh atau mesokarp (mesocarpium).[5]

Pada sebagian buah, khususnya buah tunggal nan berasal pecah bakal buah tergenang, sekali-kali penggalan-bagian bunga yang lain (umpamanya tabung perhiasan bunga, kelopak, mahkota, atau benangsari) bersatu dengan bakal biji pelir dan ikut berkembang mewujudkan biji zakar. Sekiranya bagian-adegan itu ialah bagian utama dari biji zakar, maka biji pelir itu disebut buah semu. Itulah sebabnya terdepan untuk mempelajari struktur bunga, dalam kaitannya untuk memahami bagaimana bermacam-keberagaman biji pelir terasuh.[5]
[6]

Tipe-spesies buah

[sunting
|
sunting sumur]

Biji kemaluan-buahan terlampau beraneka macam, sehingga musykil lakukan menyusun suatu skema pengelompokan nan dapat mencakup semua buah yang telah dikenal hamba allah. Belum lagi adanya kekeliruan-selang surup nan mempertukarkan pengertian angka dan biji kemaluan (sebagai: ‘biji’ jagung, yang sesungguhnya ialah biji pelir secara botani).

Baik biji pelir sejati (nan merupakan perkembangan bersumber lakukan buah) maupun buah semu, dapat dibedakan atas tiga keberagaman dasar buah, yakni:[5]

  • buah tunggal, yakni biji zakar yang terasuh dari satu rente dengan suatu bakal biji pelir, yang berisi satu biji atau kian.
  • buah ganda, yakni seandainya buah terdidik dari satu rente yang memiliki banyak bakal biji pelir. Sendirisendiri bakal buah bertaruk menjadi biji kemaluan tersendiri semata-mata alhasil menjadi kumpulan buah yang kelihatan seperti suatu buah. Contohnya ialah sirsak (Annona).
  • biji kemaluan majemuk, yaitu sekiranya buah terdidik berpunca bunga bermacam ragam. Dengan demikian buah ini berusul dari banyak anakan (dan banyak pentil), yang pada risikonya seakan-akan menjadi satu buah namun. Contohnya adalah nanas (Ananas) dan bunga surya (Helianthus).

Buah gersang

[sunting
|
sunting mata air]

Biji kemaluan tersendiri, atau tepatnya buah ceria tunggal, lebih jauh lagi bisa dibedakan atas susuk-bentuk buah kering (siccus), yakni yang babak luarnya keras dan mengayu atau seperti jangat yang sangar; dan buah berdaging (carnosus), yang dinding buahnya lebat berdaging.

Buah gersang seterusnya dibedakan atas buah yang enggak memecah (indehiscens) dan yang memecah (dehiscens). Biji kemaluan
indehiscens
berisi satu biji, sehingga untuk memencarkan bijinya biji kemaluan ini tidak teristiadat memecah. Yang termasuk ke dalam gerombolan ini adalah buah tipe padi, tipe kurung, dan varietas keras.[5]


Biji pelir padi (caryopsis)

[sunting
|
sunting sumber]

Biji zakar padi (caryopsis, atau bulir) memiliki dinding biji kemaluan yang tipis, dan berlekatan bergabung dengan jangat biji. Kulit biji ini kadang-kadang berlekatan pula dengan biji. Buah terbungkus makanya sekam. Biji kemaluan suku antah-padian (Poaceae) dan teki-tekian (Cyperaceae) termasuk ke dalam kelompok ini.

Bulir alias buah pari adalah buah sekaligus biji. Adegan buah terdapat di sebelah luar, terdiri dari lemma, palea, dan skutelum (scutellum). Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron (hanya setebal satu lapis sel), endospermia (medan penyimpanan suplai kas dapur), dan embrio.


Biji pelir kurung (achenium)

[sunting
|
sunting sumber]

Buah kurung (achenium) memiliki dinding buah yang tipis, berpasangan namun tidak berlekatan dengan indra peraba biji. Contohnya yaitu buah (‘angka’) rente pemukul empat (Mirabilis). Biji pelir kurung berjenis-jenis contohnya yaitu (biji zakar) anak uang syamsu.


Buah geluk alias biji zakar persisten (nut)

[sunting
|
sunting sumber]

Buah geluk sejenis belerang bang (Castanea sativa), dinding luarnya seperti kayu

Buah keras maupun tempurung (nut) terlatih dari dua helai daun buah (carpel) ataupun lebih; bakal biji kian dari suatu, namun biasanya sahaja suatu nan menjadi biji eksemplar. Dinding buah keras, adakalanya mengayu, tak berlekatan dengan selerang skor. Contohnya adalah biji zakar sarangan (Castanopsis).

Pada sejumlah variasi buah gigih, kulitnya mengalami pelebaran sehingga membuat semacam sayap yang berguna kerjakan menerbangkan biji zakar ini—jika masak—merenggang berpangkal pohon induknya. Buah bersayap (samara) serupa ini contohnya adalah biji kemaluan meranti (Shorea) dan kerabatnya berpangkal tungkai Dipterocarpaceae.


Buah kersang nan memecah (dehiscens)

[sunting
|
sunting sumber]

Galibnya berisi lebih dari suatu biji, sehingga memecahnya buah gelagatnya tersapu dengan upaya bakal memencarkan kredit, agar bukan terkumpul di suatu tempat.


Buah berbelah (schizocarpium)

[sunting
|
sunting sumber]

Biji kemaluan berbelah (schizocarpium) memiliki dua ruang atau bertambah, masing-masing dengan sebutir kredit di dalamnya. Jika memecah, ruang-ruang itu terpisah namun bijinya masih terbawa di n domestik urat kayu. Sehingga masing-masing ira seolah biji pelir lingkar yang tersendiri. Contohnya adalah kemangi (Ocimum), beberapa jenis anggota Malvaceae, dan lain-lain.

Buah kendaga

[sunting
|
sunting sumber]

Biji pelir kendaga (rhegma) seperti mana biji pelir belah, namun ulas-urat kayu itu tiap-tiap bersimpang, sehingga bijinya terlempar keluar. Per ruang terbentuk terbit satu patera buah. Eksemplar: para (Hevea), jarak (Ricinus).

Buah peti

[sunting
|
sunting sumber]

Biji kemaluan kotak durian lai (Durio kutejensis) beruang lima

Terdiri atas suatu atau sejumlah daun buah, berbiji banyak. Biji kemaluan ini memecah jika masak, tetapi kulit buah yang pecah sampai lama lain tanggal dari batang cangkul buah. Ada banyak keberagaman biji pelir kotak. Buah kotak sejati (capsula) terdiri atas dua daun buah atau lebih; jumlah ruangannya sesuai dengan kuantitas daun biji pelir asalnya. Buah ini membuka dengan bermacam-macam pendirian. Contohnya merupakan durian (Durio), anggrek (Orchidaceae). ‘Daging buah’ durian nan dimakan sebetulnya adalah
arilus
(salut kredit), perbesaran dari selaput penghabisan skor.

Selain itu, masih terserah lagi bilang jenis biji zakar peti seperti berikut ini:

Biji kemaluan bumbung

[sunting
|
sunting sumber]

Buah torak
Sterculia balanghas, sejenis kepuh; dilihat berpunca dasar

Buah bumbung (folliculus) berasal dari bakal buah nan terdiri atas satu daun buah dengan banyak biji. Jika masak, kotak cabik menurut salah satu kampuhnya, umumnya kampuh perut. Contohnya adalah widuri (Calotropis), kepuh (Sterculia).

Baca :   Cara Mengobati Tenggorokan Berdahak

Buah polong

[sunting
|
sunting sendang]

Buah polong johar (Senna siamea)

Buah polong (legumen) terdiri atas suatu daun biji pelir dengan satu rubrik dan banyak biji; gelojoh sekali lagi ruangan ini terpisah-pisah makanya sekat semu. Jika masak, ruangan akan mangap menurut kedua kampuhnya yang memanjang. Contohnya adalah aneka keberagaman polong-polongan (Fabaceae, atau lalu disebut Leguminosae).

Biji pelir lobak

[sunting
|
sunting sumur]

Biji pelir rades (siliqua) tersusun berpunca dua daun buah dengan satu ruangan yang tersekat oleh sekat semu. Buah terpecah menurut kedua kampuhnya saat masak, tetapi ujungnya masih berlekatan. Skor sebentar masih tertuju pada sortang semu, yang sebetulnya adalah tali pusar, sebelum sreg alhasil terlepas. Contohnya adalah jenis-spesies tungkai pakcoi-sawian (Brassicaceae, atau sangat dikenal bagaikan Cruciferae).

Buah berdaging

[sunting
|
sunting sumber]

Buah pala (Myristica fragrans) yang beranting

Buah-buah distingtif berdaging pada umumnya tidak bercabang (membuka) ketika masak. Salah suatu perkecualiannya adalah pala (Myristica). Beberapa bagan buah berdaging, di antaranya:

Buah buni

[sunting
|
sunting sumber]

Buah buni sejenis ceplukan (Physalis peruviana), terlindung oleh kelopak anak uang nan turut berkembang bersama biji zakar

Buah buni (bacca) memiliki dinding buah terdiri dari dua lapisan, yakni lapisan asing (eksokarp atau epikarp) yang tipis dan lapisan dalam (endokarp) yang tebal, panjang hati dan berair. Angka-biji pemaafan n domestik lapisan n domestik tersebut. Contohnya adalah buni (marga
Antidesma), belimbing (Averrhoa), jambu ponten (Psidium), serta tomat dan terung (Solanum) .

Biji zakar mentimun

[sunting
|
sunting perigi]

Buah mentimun (pepo) serupa dengan buah buni, namun dengan dinding luar nan lebih tebal dan kuat. Pada buah yang menguning, di tengahnya gelojoh terdapat ruangan dan daging buahnya beraduk dengan banyak poin di dalam ruangan tersebut. Contohnya yakni mentimun (Cucurbita) dan kerabatnya.

Buah jeruk

[sunting
|
sunting sendang]

Biji zakar jeruk (hesperidium) yakni variasi dari biji kemaluan buni dengan tiga saduran dinding biji zakar. Lapisan asing yang liat dan pintar glandula minyak; lapisan tengah yang serupa jaringan bunga karang dan umumnya keputih-putihan; serta lapisan dalam yang bersekat-galah, dengan gelembung-gelembung weduk cairan di dalamnya. Angka-biji tersebar di antara gelembung-gelembung itu. Contoh: biji pelir jeruk (Citrus).

Buah gangguan

[sunting
|
sunting mata air]

Buah provokasi (drupa) memiliki tiga saduran dinding buah. Eksokarp rata-rata tipis menjangat (seperti kulit); mesokarp yang berdaging maupun berserabut; dan endokarp yang liat, tebal dan gigih, apalagi dapat amat keras sama dengan bisikan. Contohnya adalah mangga (Mangifera), dengan mesokarp berdaging; atau kelapa (Cocos), yang mesokarpnya berserabut

Biji zakar delima putih

[sunting
|
sunting sumber]

Dinding luarnya liat, persisten atau normatif, hampir seperti kayu; dinding dalam tipis, liat, bersekat-sortang. Per urat kayu dengan banyak biji. Kulit ari biji tebal berair dan dapat dimakan. Contohnya adalah delima (Punica).

Buah ganda

[sunting
|
sunting sumber]

Biji zakar berganda merupakan buah yang terbentuk berpunca satu kuntum bunga yang memiliki banyak untuk biji zakar. Tiap-tiap pentil itu merecup menjadi buah yang singularis, lepas-lepas, tetapi kesudahannya menjadi kumpulan buah yang tertentang begitu juga satu buah. Sesuai dengan bentuk-tulang beragangan buah penyusunnya, maka dikenal beberapa jenis biji kemaluan berganda. Misalnya:

  • buah kurung berganda, misalnya puas biji kemaluan mawar (Rosa).
  • buah bumbung berganda, misalnya sreg cempaka (Michelia).
  • buah buni berganda, misalnya plong sirsak (Annona).
  • buah bencana berganda, misalnya pada murbei (Morus).

Buah majemuk

[sunting
|
sunting sumber]

Plong beberapa diversifikasi tumbuhan, seperti pace, bunga muncul secara teratur dan terus menerus sepanjang masa, sehingga kita dapat mematamatai adanya bunga, pentil (buah muda) dan buah masak pada waktu nan bersamaan di satu pokok kayu

Buah majemuk adalah biji pelir hasil perkembangan rente majemuk. Dengan demikian buah ini berasal bermula banyak anakan (dan banyak lakukan buah), yang bertaruk sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu biji kemaluan belaka. Dikenal juga beberapa jenis buah majemuk, di antaranya:

  • biji kemaluan padi heterogen, misalnya jagung (Zea). Tongkol jagung sebetulnya mandraguna deretan biji pelir-biji pelir jagung, lain biji jagung.
  • buah lingkung berbagai rupa, misalnya biji pelir bunga rawi (Helianthus).
  • biji zakar buni berbagai ragam, misalnya biji zakar nanas (Ananas).
  • buah godaan bermacam rupa, misalnya biji pelir pandan (Pandanus), pace (Morinda).

Terlihat lega foto di kanan, tahap-tahap perkembangan buah majemuk pada pace. Bunga-anak uang bengkudu berkumpul dalam satu perbungaan (bunga berbagai ragam) nan disebut bongkol. Setelah diserbuki dan dibuahi, setiap kuntum bunga tiba bertunas menjadi biji pelir batu (drupa). Privat perkembangannya, biji kemaluan-buah provokasi ini pada akhirnya saling lumer menjadi sebiji buah batu beraneka ragam.[7]

Sesuai dengan definisi, buah ganda dan buah majemuk langka disebut buah sejati. Karena pada biji kemaluan-buah tersebut terdapat bagian-bagian enggak bermula bunga –selain bakal biji zakar– yang turut bertumbuh dan berkembang menjadi buah, baik adegan-bagian itu menjadi bagian penting buah atau bukan.[5]

Biji kemaluan lain berbiji

[sunting
|
sunting sumber]

Keadaan tak berbiji yaitu keseleo satu ciri terdahulu biji kemaluan-buahan memikul. Kultivar-kultivar pisang dan nanas ialah contohnya. Demikian lagi, buah-biji pelir jeruk, anggur, dan keramboja dari kultivar tak berbiji umumnya dihargai makin mahal. Keadaan enggak berbiji demikian biasa pula disebut sukun.[8]

Pada beberapa varietas, keadaan tidak berbiji merupakan hasil dari
partenokarpi, yakni proses pembentukan buah tanpa terjadinya pembuahan sebelumnya. Buah partenokarpi bisa terbimbing dengan atau minus keadaan pembuahan. Kebanyakan kultivar jeruk sukun memerlukan penyerbukan lakukan proses pembentukannya; semata-mata pisang dan nanas enggak memerlukannya. Sementara itu, keadaan tak berbiji lega berpangku tangan sebetulnya terjadi karena matinya alias tak tumbuhnya embrio (dan biji) yang dihasilkan oleh pembuahan, keadaan yang dikenal sebagai
stenospermokarpi, nan memerlukan proses pembenihan dan pembuahan secara normal.[9]

Baca :   Tanaman Hias Yang Batangnya Berduri Adalah

Pemencaran biji

[sunting
|
sunting sumber]

Variasi dalam bentuk dan struktur buah terkait dengan upaya-upaya pemencaran biji. Pemencaran ini bisa terjadi dengan bantuan satwa, kilangangin kincir, revolusi air, ataupun proses pecahnya buah yang sedemikian rupa sehingga melontarkan ponten-bijinya hingga jauh.[10]


Pemencaran maka itu binatang (zookori)

[sunting
|
sunting sendang]

Pemencaran oleh binatang biasa terjadi lega buah-biji kemaluan nan punya fragmen-penggalan yang banyak mengandung sukrosa atau bahan lambung lainnya. Musang, misalnya, mengesir biji kemaluan-buah yang manis alias mengandung duli dan petro yang menghasilkan energi. Aneka macam buah, tercantum betik, piagam dan aren, dimakannya cuma biji-bijinya tak tercerna dalam perutnya. Biji-biji itu, setelah terbawa ke mana-mana internal fisik tenturun, karenanya dikeluarkan bersama tahi, di tempat nan bisa jadi cukup jauh terbit pokok kayu asalnya. Demikian pula yang terjadi sreg beberapa spesies biji-biji suket dan semak nan dimakan oleh ruminansia. Pemencaran sejenis itu disebut endozoik.[5]
Dari golongan burung, sudah lalu diketahui sejak lama bahwa burung cabe (Dicaeidae) memiliki keterkaitan yang erat dengan penyerantaan sejumlah jenis pasilan atau pasilan (Loranthaceae); yang biji kemaluan-buahnya menjadi makanan burung tersebut dan bijinya yang amat lengket terbawa pindah ke pokok kayu-pohon lain.[11]
[12]

Mandu tidak adalah apa yang disebut epizoik, yakni pemencaran dengan cara berdekatan di eksterior tubuh fauna. Buah alias biji yang epizoik galibnya memiliki kait alias duri, agar mudah tertuju dan terbawa pada surai, kulit ataupun episode awak fauna lainnya. Misalnya sreg biji zakar-buah rumput penusuk (Andropogon), sangketan (Achyranthes), pulutan (Urena) dan lain-tidak.[5]


Pemencaran maka dari itu angin (anemokori)

[sunting
|
sunting sumber]

Di kawasan hutan hujan tropika, pemencaran oleh kilangangin kincir merupakan kaidah yang efektif lakukan menyebarkan buah dan biji, nomor dua setelah pemencaran maka itu satwa.[13]
Tidak mengganjilkan takdirnya Dipterocarpaceae, umumnya n kepunyaan bentuk buah samara, menjadi riuk satu suku pohon nan mendominasi tegakan rimba di Kalimantan dan Sumatra. Pohon lain yang memanfaatkan angin, yang juga melimpah keberadaannya di rimba hujan ini, yaitu keberagaman-jenis anggrek (Orchidaceae). Buah anggrek merupakan buah kotak nan bersangkak dengan kisi-terali, lakukan membebaskan biji-bijinya yang halus dan mudah diterbangkan angin.[5]

Alih-alih buahnya, plong keberagaman-spesies pohon tertentu adalah bijinya yang n kepunyaan sayap maupun alat melayang yang lain. Biji-biji bersayap ini misalnya adalah biji bayur (Pterospermum), mahoni (Swietenia), maupun tusam (Pinus). Skor kapas (Gossypium) dan kapok (Ceiba) memiliki jamur-jamur yang membantunya menyimpang bersama angin.


Pemencaran oleh air (hidrokori)

[sunting
|
sunting perigi]

Buah-buah nan dipencarkan oleh air pada umumnya memiliki jaringan pengapung (seperti mana gabus) yang terisi peledak atau jaringan yang tak basah makanya air. Misalnya adalah jaringan sabut puas buah-buah nyiur (Cocos), badam (Terminalia) atau putat (Barringtonia).[5]

Buah bakau (Rhizophora) telah berkecambah semasa masih terpatok di batangnya (vivipar). Akar lembaga dan hipokotilnya tumbuh memanjang keluar dari biji zakar dan menggantung di ujung ranting, hingga pada saatnya kecambah terlepas dan jatuh ke selut atau air di bawahnya.[5]
Kecambah yang jatuh ke lumpur mungkin langsung menancap dan lebih jauh bersemi di situ; sahaja yang jatuh ke air akan terapung dan boleh jadi terbawa arus air sungai atau laut hingga ke panggung yang baru, di mana kecambah itu tersangkut dan tumbuh menjadi pohon.

Buah peti sejenis pacar air (Impatiens walleriana)

Pemencaran seorang

[sunting
|
sunting sumber]

Beberapa banyak jenis buah, melemparkan sendiri biji-bijinya melintasi berbagai mekanisme pecahnya dinding biji pelir, yang sebagian raksasa berdasarkan pada peristiwa higroskopi atau turgesensi.[5]
Biji zakar-biji kemaluan tandus nan memecah sendiri (dehiscens), di saat masak kehilangan kadar airnya, hingga sreg lengas tertentu putaran-bagian yang terkait memantul secara tahu-tahu, memecah kampuh, dan melontarkan biji-biji di dalamnya ke kejauhan. Contohnya merupakan buah para (Hevea), yang buruk perut terdengar ‘menyalak’ di kala musim panas. Demikian pula berbagai macam polong-polongan (Fabaceae), yang dapat melontarkan poin hingga beberapa puluh meter jauhnya. Buah inai air (Impatiens), karena kebiasaan lentingnya, malah besar perut digunakan anak-anak bakal berperan.

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumur]

  • Daftar buah
  • Anakan
  • Sayur

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    Susilawati dan Bachtiar, Kaki langit. (2018).
    Biologi Pangkal Integral
    (PDF). Pekanbaru: Invensi Edukasi. hlm. 131. ISBN 978-602-6879-99-8.





  2. ^


    Lewis, Robert A. (January 1, 2002).
    CRC Dictionary of Agricultural Sciences. CRC Press. hlm. 375–376. ISBN 0-8493-2327-4.




  3. ^


    a




    b




    Mauseth, James D. (2003).
    Botany: an introduction to plant biology. Boston: Jones and Bartlett Publishers. hlm. 258. ISBN 978-0-7637-2134-3.





  4. ^


    Mauseth.
    Botany. Chapter 9: Flowers and Reproduction.




  5. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i




    j




    k




    Tjitrosoepomo, Gembong (1989).
    Taksonomi Pohon (Spermatophyta). Gadjah Mada Univ. Press. hlm. 69–75. ISBN 979-420-084-0.





  6. ^


    Mauseth, James D. (April 1, 2003).
    Botany: An Introduction to Plant Biology. Jones and Bartlett. hlm. 271–272. ISBN 0-7637-2134-4.





  7. ^


    Parker, Philip M. (December 1, 2004).
    Morinda Citrifolia – A Medical Dictionary, Bibliography, and Annotated Research Guide to Internet References. ICON Group. ISBN 0-497-00758-4.





  8. ^


    Anak kunci Bahasa (2001).
    Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka – Jakarta. hlm. peristiwa.1099. ISBN 979-407-182-X.





  9. ^


    Spiegel-Roy, P. (August 28, 1996).
    The Biology of Citrus. Cambridge University Press. hlm. 87–88. ISBN 0-521-33321-0.





  10. ^


    Capon, Brian (February 25, 2005).
    Botany for Gardeners. Timber Press. hlm. 198–199. ISBN 0-88192-655-8.





  11. ^


    Docters van Leeuwen, W.M. (1933).
    Biology of plants and animals occuring in the higher parts of Mount Pangrango-Gedeh in West Java. Verhand. Konink. Akad. van Wetensch. Amsterdam afd. Natuurk. hlm. 134–135.





  12. ^


    MacKinnon, J. (1993).
    Panduan Lapangan Pengenalan Burung-burung di Jawa dan Bali. Gadjah Mada University Press. hlm. 363–364. ISBN 979-420-150-2.





  13. ^


    Whitmore, T.C. (1984).
    Tropical Rain Forest of the Far East. Clarendon Press]]. hlm. 75. ISBN 0-19-854136-8.




Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Foto-foto perkembangan rente menjadi buah Diarsipkan 2007-02-18 di Wayback Machine. pada bioimages.vanderbilt.edu
  • Foto-foto pemencaran biji kemaluan dan biji Diarsipkan 2017-04-25 di Wayback Machine. plong bioimages.vanderbilt.edu
  • Fakta mengenai buah Diarsipkan 2020-07-12 di Wayback Machine. mulai sejak California Rare Fruit Growers, Inc.
  • Buah internal Encyclopedia Britannica 1911



Contoh Buah Sejati Tunggal

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Buah

Check Also

Showcase Buah Dan Sayur

Showcase Buah Dan Sayur. Brilio.jala – Setiap orang tentu kepingin semangat cegak. Menerapkan hipotetis makan …