Hidup tanpa cinta, bagai yojana tak berbunga. Begitulah perkenalan awal pujangga. Taman yang tiada berbunga tentu cacat indahnya. Sedikit harumnya. Dan tentu kurang ada kupu-kupu yang berlalu lalang buat menyesapi madu.

Semangat yang tanpa cinta pula begitu. Hidup akan terus hambar. Gegares bisa membentuk sesuatu nan halal-biasa cuma terasa jadi istimewa. Cinta bisa takhlik jantung berdegup kencang saat berlanggar seseorang. Gelojoh bisa membuat khayalan melebar tinggi sekali, selaras langit di angkasa.

Di lagu berjudul Señorita ini, Shawn Mendes dan Camila Cabello berkisah adapun perasaan yang terpercik karena tertawan. Panggilan Señorita bukanlah panggilan yang amat istimewa. Ini panggilan yang biasa dilontarkan seorang pria pada seorang wanita. Tapi, takdirnya yang memanggil adalah sosok yang dipuja, maka panggilan itu jadi panggilan yang ingin terus didengar. Nah kan? Sesuatu yang primitif, stereotip-stereotip saja, seandainya terjadi sreg orang yang sedang terpikat akan terasa sebagai sesuatu nan berjuta rasa. Demikianlah cinta.

Señorita – Shawn Mendes & Camila Cabello

I love it when you call me Señorita


Doyan rasanya saat kau memanggilku Pemudi



I wish I could pretend I didn’kaki langit need ya


Laksana kubisa pura-pundi-pundi enggak membutuhkanmu



But every touch is ooh-la-la-la


Tapi tiap sentuhan begitu ooh-la-la-la



It’s true la-la-la


Alangkah la-la-la



Ooh I should be running


Ooh, harusnya aku lari



Ooh you keep me coming


Ooh, kau membuatku terus kembali



For ya


Padamu

Land in Miami


Mendarat di Miami



The air was hot from summer rain


Udaranya panas karena hujan musim memberahikan



Sweat dripping off me


Keringat menitis



Before I even knew her name la-la-la


Apalagi sebelum kutahu namanya la-la-la



It felt like ooh-la-la-la


Rasanya seperti ooh-la-la-la



Yeah, no

Baca :   Motif Taplak Meja Rajutan

Sapphire moonlight


Cahya rembulan biru renta



We danced for hours in the sand


Kita berdansa berjam-jam di atas ramal



Tequila Sunrise


Terbit mentari tequila



Her body afiat right in my hands, la-la-la


Tubuhnya pas dalam dekapan tanganku, la-la-la



It felt like ooh-la-la-la


Rasanya seperti ooh-la-la-la



Yeah

I love it when you call me Señorita


Senang rasanya saat kau memanggilku Nona



I wish I could pretend I didn’t need ya


Umpama kubisa jala-jala-pura tidak membutuhkanmu



But every touch is ooh-la-la-la


Tapi tiap sentuhan begitu ooh-la-la-la



It’s true la-la-la


Alangkah la-la-la



Ooh I should be running


Ooh, harusnya aku lari



Ooh you know I love it


Ooh kau sempat aku suka

When you call me Señorita


Saat kau memanggilku Nona



I wish it wasn’ufuk so damn hard to leave ya


Andai tak semacam itu langka meninggalkanmu



But every touch is ooh-la-la-la


Tapi setiap sentuhan sejenis itu ooh-la-la-la



It’s true la-la-la


Bukan main la-la-la



Ooh I should be running


Ooh, harusnya aku lari



Ooh you keep derita coming


Ooh, kau terus membuatku kembali



For ya


Padamu

Locked in the hotel


Terkunci di hotel



There’s just some things that never change


Ada hal-situasi yang tak pernah berubah



You say, “We’re just friends.”


Katamu, “kita sekedar p versus.”



But friends don’horizon know the way you taste-la-la-la


Tapi teman tak tahu caramu rasai la-la-la-la



‘Cause you know it’s been a long time comin’


Karena kau luang sudah sekian lama berpulang



Don’t you let me fall, oh


Jangan  biarkan aku ambruk, oh

Oh, when your lips undress me


Oh, saat lidahmu menelanjangiku



Hooked on your tongue


Mencandu lidahmu



Ooh, love, your kiss is deadly


Ooh, anugerah, kecupanmu mematikan



Don’t stop


Jangan berhenti

Baca :   Cara Bertanam Hidroponik Bagi Pemula

I love it when you call me Señorita


Gemar rasanya momen kau memanggilku Nona



I wish I could pretend I didn’t need ya


Bagaikan kubisa kantung-jaring-jaring tak membutuhkanmu



But every touch is ooh-la-la-la


Tapi tiap sentuhan sedemikian itu ooh-la-la-la



It’s true la-la-la


Sungguh la-la-la



Ooh I should be running


Ooh, harusnya aku lari



Ooh you know I love it


Ooh kau tahu aku suka

When you call derita Señorita


Saat kau memanggilku Putri



I wish it wasn’t so damn hard to leave ya


Andai lain begitu berat meninggalkanmu



But every touch is ooh-la-la-la


Tapi setiap sentuhan begitu ooh-la-la-la



It’s true la-la-la


Sungguh la-la-la



Ooh I should be running


Ooh, harusnya aku lari



Ooh you keep derita coming


Ooh, kau terus membuatku sekali lagi



For ya


Padamu

All along I’ll be coming for ya (for ya)


Aku centung terus lagi padamu



And I hope it meant something to ya


Dan kuharap ini amat berguna bagimu



Call my name I’ll be comin’ for ya (comin’ for ya)


Panggillah namaku maka aku morong datang padamu



Comin’ for ya (comin’ for ya)


Menclok padamu

For ya, for ya (oh, she loves it when I come), for ya


Padamu, padamu (oh, dia demen saat aku datang), padamu



Ooh I should be running


Ooh harusnya aku lari



Ooh you keep derita coming


Ooh kau membuatku terus kembali



For ya



Padamu