Lowongan Penulis Skenario Ftv 2022

PRAKATA

Ini semata-mata berbagi pengalaman. Tak cak semau ada maksud untuk menggurui, apalagi merasa yang paling kecil hebat.

Saya berangkat menulis skrip naskah untuk FTV pada periode 2004. Musim itu saya masih mahasiswa S-1 semester 4 di Jurusan Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Saya sekolah di Bandung, tetapi rapat persaudaraan setiap pekan ke Jakarta. Suka-suka banyak teman-tandingan di Jakarta, yang sepadan-sama sedang berproses mencari hoki di manjapada film. Tidak terlalu sulit bagi saya buat beramah-tamah dengan orang-hamba allah baru di ajang hijau.

Teman-teman di Jakarta, ada yang hampur saban hari berkeliling masuk casting di berbagai rupa rumah produksi. Ada yang memang sudah lalu memiliki job, terpusat dalam crew sinema.

Pekerjaan saya  berkeliling ke rumah produksi kerjakan menawarkan naskah naskah. Saya sebut pencahanan, karena saya minimum anti disebut berburu kerja apalagi dikatakan pengangguran.

Untuk tempat habis detik itu, lain persoalan juga. Boleh jadi saja yang sedang boleh job, berarti ia yang bayar kontrakan. Terlebih harus berbagi rezeki kepada lawan-teman nan belum mendapat job. Itu keadaan protokoler nan cukup santai. Bagaikan semua teman-imbangan saya belum boleh job, reputasi saya tetap terjaga di alat penglihatan ibu warteg. Saya masih dipercaya cak bagi kasbon.

==============================================

Pula ke problem Skenario.

Bagi yang belum pernah menggambar tulisan tangan, suka-suka beberapa hal nan perlu diperhatikan:

Regulasi

Ini dulu penting, biarpun kita tidak perlu terlalu kaku. Privat UU No. 33 Tahun 2009 Tentang Perfilman, belaka cak semau 6 poin konten ilegal. Buka Pasal 6, lihat 6 hal terlarang tersebut. Namun santai hanya, karena dalam penyensoran film pun konstan saja LSF harus menyensor bioskop dengan mencela sifat kontekstual sinema, kesuksesan teknologi, dan urut-urutan manajemen-nilai di publik.

Baca :   Kerajinan Bunga Dari Kresek

Karena konteksnya meributkan tulisan tangan cak bagi Film Televisi, maka cak hendak tidak mau kita harus mencerca pula UU No. 32 Masa 2002 beserta turunannya, P3SPS (Pedoman Perilaku Penyerantaan dan  Barometer Programa Mualamat) yang dikeluarkan oleh KPI (Persen Pendakyahan Indonesia).

Dulu, waktu saya menulis skenario tahun 2004, sememangnya KPI telah terbentuk. KPI perian pertama itu 2003-2006 (yang diperpanjang sebatas 2007). Tapi yang saya rasakan saat itu, peraturan yang terapkannya belum terlalu diskriminatif.

Misalnya lakukan adegan merokok, saya masih dapat menulisnya dalam beberapa scene. Ketika filmyan sudah jadi, bagian merokok masih patuh suka-suka. Dan memang sangat sulit untuk memencilkan putaran merokok. Ini masalah konteks cerita, bukan masalah saya suka merokok.

Seumpama contoh,  sutradara gambar hidup Jendral Soedirman pasti enggak akan mengingkari kebiasaan merokok Jendral Soedirman. Ini album. Jendral Soedirman memang merokok. Lantas, apakah babak merokok itu harus hilang?

Saat saya duduk di Buram Sensor Sinema (LSF), saya santa konsen memperhatikan sifat kontekstual dari suatu film. Tidak sumber akar ada adegan merokok, filmnya harus diklasifikasikan 17 tahun keatas alias 21 tahun keatas. Film Jendral Soedirman ratingnya 13 perian keatas, meski ada penggalan merokok.

Ada ruang dialog di LSF. Jika kita merasa bioskop yang kita cak bagi keluhuran klasifikasi hidup penontonnya, itu dapat didiskusikan. Silahkan berargumen dan menguraikan konteks adegan yang menjadi permasalahan. Jadi, konsisten berkaryalah dengan santai. Prinsip dasarnya, sesuai UUD 1945 atau pun Maklumat Universal HAM: objektif berekspresi sonder mengganggu kebebasan orang lain.

================================

KETIKA Naskah Skrip
mutakadim makmur di tangan Sutradara, penyalin lain terbiasa lagi merecokinya kecuali sutradara yang meminang.

Baca :   Toko Bunga Surabaya 24 Jam

Sutradara dapat menambah atau mengurangi adegan, dialog, monolog lega sekenario yang kita untuk. Percayakan saja, sutradara lebih paham n domestik hal itu.

Naskah-skrip saya pun kerap semata-mata ada yang diubah oleh sutradara. Enggak saja penyakit fragmen, melainkan  kepunyaan pun bisa saja diubah. Itu hal yang sahih kembali.

Saya gemar latah terjun ke pelan, karena saya ingin belajar sekadar, tak mau merecoki sutradara. Bak orang yang demen beramah-tamah, saya senang saja fertil di lokasi syuting, menyerang para anak komidi yang mengucapkan untaian kata demi kata yang saya catat.

Sutradara yang menggarap naskah skenario saya hampir semuanya berteman baik. Kadang mereka mengajak saya kerjakan memerankan gembong privat garapannya. Bahkan saat tak sedang menggarap naskah saya pun, kalau kebetulan saya dibutuhkan, mereka mengontak saya mengajak main.

CONTOH SKENARIO FTV
di bawah ini sudah lalu digarap oleh rumah produksi, dan sudah ditayangkan di televisi swasta. Maka, sekali pula, ini namun andai bahan pembelajaran, buat membandingkan satu tulisan tangan dengan filmnya nan sudah bintang sartan. Enggak boleh digarap kembali.

Saya memberikan contoh skrip beserta filmnya yang sudah jadi, karena saya tahu ada diversifikasi penyalin yang hanya membutuhkan sempurna, buat kemudian dapat membuat jauh lebih bagus dari contoh nan dilihatnya.

Siapapun, jika suka-suka nan bercita-cita menjadi penulis skenario, sutradara, aktor alias apapun di dunia perfilman, saya menmendoakan  dengan setulus hati: semoga sukses dan meraih rezeki yang produktif nan berkah… aamiin

==================================

Ini teoretis-contoh naskah skenario yang jalinan saya tulis dan mutakadim digarap:

Lowongan Penulis Skenario Ftv 2022

Source: https://www.galuh-purba.com/2020/05/contoh-skenario-ftv.html

Check Also

Bunga Kembang Sepatu Dan Bagian Bagiannya

Bunga Kembang Sepatu Dan Bagian Bagiannya. 5 menit Bagian fragmen bunga memiliki fungsinya masing-masing. Semuanya …